Entri Populer

Kamis, 01 Juli 2010

PORTUS LAMA

QoinPro.com: Free Bitcoins every 24 hours
2.1  Konsep Dasar Partus Lama
Persalinan lama atau partus lama adalah persalinan yang berjalan lebih dari 24 jam untuk primigravida dan 18 jam bagi multi gravida (Obstetri Patologi, 1984).
Persalinan kasep adalah persalinan lama yang disertai komplikasi ibu maupun janin (Manuaba, 1998 : 292).
Penyebab persalinan lama atau kasep diantaranya adalah kelainan letak janin, panggul, his dan mengejan terjadi ketidakseimbangan sefalo pervik, pimpinan persalinan yang salah dan prim tua primer atau sekunder.
Menurut harjono adalah merupakan fase terakhir dari suatu partus yang macet dan berlangsung terlalu lama sehingga timbul gejala-gejala seperti dehidrasi, iinfeksi, kelelahan ibu serta asfiksia dan kematian janin dalam kandungan (kjdk).
Pada umumnya batas-batas normal persalinan adalah : pada primipara mean : 13 – 14 jam, median :10,6 jam dan mode : 7 jam. Pada Multipara mean : 8 jam, median : 6 jam dan mode : 4 jam.
Persalinan pada primi biasanya lebih lama 5 – 6 jam dari pada multi. Bila persalinan berlangsung lama dapat menimbulkan komplikasi-komplikasi baik terhadap ibu maupun terhadap anak dan dapat meningkatkan angka kematian ibu dan anak.
2.1.1        Etiologi
                  Sebab-sebab terjadinya partus kasep adalah multikompleks dan tentu saja bergantung pada pengawasan selagi hamil, pertolongan persalinan yang baik dan penatalaksanaannya.
            Faktor-faktor penyebab adalah :
1.      Kelainan letak janin
2.      Kelainan-kelainan panggul
3.      Kelainan his
4.      Pimpinan partus yang salah
5.      Janin besar/ ada kelainan congenital
6.      Primitua
7.      Perut gantung, grandemulti
8.      Ketuban pecah dini
2.1.2        Gejala Klinik
1.      Pada Ibu
Gelisah, letih, suhu badan meningkat, berkeringat, nadi cepat, pernafasan cepat dan meteorismus. Di daerah local sering dijumpai : ring v/d banl, edema vulva, edema serviks, cairan ketuban berbau, terdapat mekonium.
2.      Pada Janin
a.       DJJ cepat/ hebat/ tidak teratur bahkan negatif : air ketuban terdapat mekonium kental kehijau-hijauan berbau.
b.      Kaput suksedanum yang besar
c.       Moulage kepala yang hebat
d.      Kematian Janin Dalam Kandungan (KJDK)
e.       Kematian Janin Intra Partal (KJIP)
2.1.3        Penanganan
1.      Perawatan Pendahuluan
Penatalaksanaan penderita dengan partus lama / kasep adalah sebagai berikut :
a.       Suntikan Cortone Acetate : 100 – 200 mg intramuscular
b.      Penisilin Prokain : 1 juta IU intramuscular
c.       Streptomisin : 1 gram intramuscular
d.      Infus cairan : larutan garam fisiologis, larutan glukosa 5 – 10 % pada janin pertama : 1 liter/ jam
e.       Istirahat 1 jam untuk observasi, kecuali bila keadaan mengharuskan untuk segera bertindak.
2.      Pertolongan
Dapat dilakukan partus spontan, ekstraksi vakum, ekstraksi forcep, manual aid pada latak sungsang, embriotomi bila janin meninggal, seksio sesarea dan lain-lain.
2.1.4        Penanganan Kebutuhan Persalinan Lama (Partus Lama)
1.      Memberikan rehidrasi dan infuse cairan pengganti
2.      Memberikan perlindungan antibiotic-antipiretik
3.      Mengantar penderita sehingga dapat memberikan keterangan / memberikan keterangan tertulis.

2.2  Konsep Dasar Manajemen Asuhan Kebidanan menurut Helen Varney
2.2.1        Pengkajian atau Pengumpulan Data
1.      Data Subyektif
a.       Biodata / Identitas klien :
1)      Nama pasien dan suami pasien
Agar dapat mengenal / memanggil sesuai nama dan tidak keliru dengan yang lain.
2)      Umur
Ikut menentukan prognosa abortus / kehamilan.

3)      Suku / Bangsa
Untuk mempermudah komunikasi.
4)      Pekerjaan
Agar mengetahui sosial ekonomi dan apakah pekerjaan klien mengganggu kehamilan atau tidak.
5)      Pendidikan
Agar motivasi yang diberikan petugas dapat sesuai dengan tingkat pengetahuan.
6)      Agama
Berhubungan dengan perawatan klien.
7)      Status Perkawinan
Untuk mengetahui kehamilan ini di luar nikah atau tidak dan dengan kehamilannya diinginkan atau tidak.
8)      Alamat
Untuk memperjelas kelengkapan identitas klien.
b.      Keluhan Utama
Untuk mengetahui tujuan klien dating periksa.
c.       Riwayat Menstruasi
Untuk memperhitungkan tanggal persalinan / usia kehamilan.
d.      Riwayat kehamilan, persalinan dan nifas yang lalu
Untuk mengetahui apakah pasien sudah pernah hamil / abortus dan hamil yang keberapa, adakah keluhan waktu hamil ini.
e.       Riwayat kehamilan sekarang
Berapa umur kehamilan sekarang, berapa kali periksa dan sudah mendapat TT atau belum, apa yang dirasakan.
f.       Riwayat Keluarga
Adakah keturunan kembar/ adakah yang menderita penyakit menular/ abortus.
g.      Riwayat Kesehatan yang lain
Apakah klien pernah mengidap penyakit menurun, menular / menahun, apakah lien pernah mengalami tindakan operasi/ aborsi.
h.      Riwayat Psikososial
Mengenai perasaan pasien menerima peristiwa ini atau keadaan yang dialami.
i.        Latar Belakang Sosial Budaya
Siapa yang biasanya menjadi penolong persalinan, apakah klien punya pantangan makan.

j.        Pola Kegiatan Sehari-hari
Bagaimana pola nutrisi, eliminasi, istirahat, personal hygiene.
2.      Data Obyektif
a.       Pemeriksaan Umum
Meliputi KU, BB, TTV, sebelum/ saat hamil.
b.      Pemeriksaan Kebidanan
Meliputi :
1)      Inspeksi (Periksa Pandang)
a)            Rambut  : Bagaimana keadaan kulit kepala, apakah ada kelainan.
b)            Wajah     :  Pucat atau tidak
c)            Hidung   :  Ada plip atau tidak, kebersihannya
d)           Mulut     :  Adakah stomatitis, karies gigi, lidah kotor
e)            Telinga   :  Kebersihan, ada serumen atau tidak
f)         Dagu    :  Bagaimana  bentuknya, apakah putting susu menonjol, hiperpigmentasi.
g)            Perut       :  Pembesaran, striate, bekas SC
h)            Vulva     :  Apakah oedema, varces dan luka perut, warna.
i)              Anus       :  Ada hemoroid atau tidak
j)              Ekstremitas atas dan bawah : Adakah varices dan oedema
2)      Palpasi
a)      Leher      :  Adakah pembesaran kelenjar tiroid.
b)      Mamae   :  adakah benjolan, kolostrum sudah keluar/ belum
c)      Perut       :
1)      Leopold I
Untuk menentukan tinggi fundus uteri dan usia kehamilan.
2)      Leopold II
Untuk menentukan letak punggung janin (keras, memanjang seperti papan).
3)      Leopold III
Untuk menentukan bagian yang terendah.
4)      Leopold IV
Untuk menentukan seberapa bagian janin yang terendah masuk PAP.
3)      Auskultasi
Cortener terdengar atau tidak, biasanya terdengar jelas kiri/ kanan sedikit ke bawah.
4)      Perkusi
Apakah ada reflek patella.
c.       Pemeriksaan Khusus
Pemeriksaan panggul luar meliputi :
1)      Distancia Spinarum     (23 -26 cm)
2)      Distancia Cristarum    (20 – 24 cm)
3)      Conjugata Eksterna     (18 – 20 cm)
4)      Lingkar Panggul          (80 – 90 cm)
d.      Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan Laboratorium : Hb, urin, USG.
2.2.2        Identifikasi Diagnosa / Masalah
                  Yaitu menentukan diagnosa atau masalah. Langkah ini dikembangkan dari interprestasi data ke dalam identifikasi diagnosa masalah abortus.
2.2.3        Antisipasi diagnosa dan Masalah Potensial
                  Langkah ini berdasarkan diagnosa/ masalah yang sudah teridentifikasi yaitu merupakan pencegahan/ penanganan.
2.2.4        Identifikasi Kebutuhan Segera
                  Yaitu pelayanan yang segera dilakukan demi keselamatan jiwa sang ibu dan anak.
2.2.5        Intervensi / Rencana Tindakan
                  Langkah lanjutan setelah diagnosa kebidanan ditegakkan yang mencakup tujuan, langkah-langkah yang akan dilakukan serta rasional tindakan dalam melakukan intervensi untuk memecahkan masalah klien dan kriteria yang dicapai.
2.2.6        Implementasi / Pelaksanaan
                  Implementasi merupakan penyelesaian suatu rencana kebidanan yang dilakukan bidan secara mandiri, kolaborasi maupun rujukan, selama itu bidan mengawasi dan memonitor kemajuan klien.
2.2.7        Evaluasi
                  Adakah tindakan pengukuran antara keberhasilan dan rencana tindakan, yang bertujuan untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan tindakan kebidanan yang dilakukan sesuai kriteria yang ditetapkan.
                  Berdasarkan evaluasi selanjutnya asuhan kebidanan dituliskan dalam bentuk catatan perkembangan yang mencakup SOAP :
            Subyektif (S)         :  Data yang didapat dari pertanyaan klien secara langsung.
            Obyektif (O)         :  Data yang diperoleh dari hasil observasi dan pemeriksaan.
            Assessment (A)     :  Pernyataan gangguan yang terjadi atas data S dan O.
            Planning (P)          :  Perencanaan yang ditentukan sesuai dengan masalah yang terjadi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar